RAGAM TEKNOLOGI
working machine age
Monday, 21 December 2015
PESAN RASULULLAH SEBELUM WAFAT
Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad , Allah berpesan kepada malaikat Jibril
“Hai Jibril, jika Muhamnad Kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jmalaikat ibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.
Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotulmaut Seluruh umat Nabi muhammad sudah dilimpahkan kepada Sayyidina muhammad....
Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya.
Allahumma sholli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad....
Mudah2an kita termasuk ummatnya yg nanti di hari kiamat akan mendapatkan syafaat baginda Rosulullah SAW
AMIIN
Monday, 23 June 2014
Kunjungan Mahasiswa KPI UIN Ar-raniry di TVRI Aceh.
Kunjungan Studi Observasi Mahasiswa KPI UIN Ar-raniry di TVRI Aceh.
Ditulis Oleh :
SAID RASUL / 411106180
Foto bersama staf LPP TVRI ketika selesai melihat lihat peralatan dan proses kerjanya di daerah mata ie
Foto bersama staf LPP TVRI ketika selesai melihat lihat peralatan dan proses kerjanya di daerah mata ie
Berdiri TVRI Aceh dimulai sejak tahun 1962 bertepatan dengan digelarnya Sea Game ke 2 di Jakarta, Dulu TVRI Aceh bernaungan dibawah pemerintahan, tapi kalau sekarang TVRI aceh sudah milik negara.Apa yang menjadi Perbedaan milik pemerintah dengan milik Negara..? Perbedaannya adalah milik
pemerintah semua harus ditayang atau disiarkan yang berhubungan dengan pemerintah
dan jika pemerintah salah dalam jalur pemerintahannya itu tidak boleh di kritik
atau di siarkan, sedangkan milik Negara kita boleh kritik pemerintah jika
pemerintah itu salah dan sifatnya independen atau netral.
TVRI Aceh merupakan TV stasiun cangkok atau cabang dari pusat yang
merupakan kerja sama dengan pusat dan jam tayangnya dibatasi oleh waktu-tertentu, TVRI
Aceh ini mempunyai empat jam tayang dalam sehari, tujuan dari TVRI Aceh ini adalah
untuk mengangkat kebudayaan-kebudayaan Aceh, karena di Aceh banyak ragamnya
budaya, dan di Aceh juga terkenal yang namanya Negeri Syari’at. Maka olehi karena itu TVRI Aceh ingin melestarikan
budaya-budaya yang ada dan ingin di ketahui oleh dunia luar bahwa Aceh
mempunyai budaya yang beraneka ragam.
Bentuk / sifat atau yang
menjadi ruang lingkup TVRI Aceh yaitu :
v Informasi
Yaitu informasi yang disampaikan kepada masyarakat berupa fakta dan
aktual sesuai yang terjadi di lapangan, bukan rekayasa.
v Pendidikan
Menyiarkan tentang pendidikan yang ada di Aceh sepeti lomba cerdas
cermat yang di siarkan lewat stasiun ini.
v Hiburan
Karena itu bisa juga untuk menghilangkan rasa jenuh, biasanya ini
ditayang saat jam anak-anak nonton, sepeti hari minggu.
v Budaya
Budaya tertentu pihak TVRI Aceh akan mengirimkan tim lapangan untuk
melakukan peliputan yang kemudian akan di siarkan ke publik. Supaya masyarakat
tahu bagaimana budaya-budaya yang berlaku didaerah-daerah tertentu. TVRI Aceh
ini juga mendidik masyarakat yang berada di wilayah Aceh. TVRI Aceh juga
mempunyai program-program khusus yaitu Anak-anak, Remaja, Dewasa, dan Orang tua.
Sistem produksi TVRI Aceh :
- Perencanaan
- Mengorganisasikan
- Kemudian mengontrol
Sistem ini tidak satu rantai, tetapi antara satu dengan lainnya itu
saling berhubungan. Yang artinya kameramen bukan hanya dikamera saja tetapi
juga membantu dibidang produksi dan lain sebagainya.
Kepala Produksi Berita (Pak Yasran) menjelaskan tentang peristiwa
yang akan diliput oleh wartawan TVRI Aceh .
- Reporter yang bertugas untuk meengumpul data
- Kameramen yang bertugas untuk mengambil gambar
- Ada sifat berita yang di siar secara langsung (berita live)
- Ada juga berita yang di liput dulu kemudian nantinya akan di siarkan .
Pak Yasran megatakan bahwa di Aceh ada lima instributor yaitu :
- Banda Aceh
- Aceh Barat
- Nagan Raya
- Aceh Utara
- Aceh Tenggara
Sekarang yang menjadi kendala bagi TVRI Aceh adalah dana yang menjadi anggaran saat ini sedang
ditahan oleh pihak DPR. Apa yang menjadi penyebabnya pak yasran di
mengungkapkan kepada kami. Walaupun
dalam keadaan begitu yaitu kekurangan dana tetapi TVRI Aceh tetap terus
berjalan walaupun diterpa oleh masalah-masalah yang ada.i Itu yang dia katakan kepada kami “jika ayam tidak berkokok bukan berarti subuh tidak
tiba” tambah pak Yasran.
Saya sedikit bingung dengan apa yang menjadi poperti yang digunakan di belakan orang pembaca berita,kox gambarnya berjalan-jalan.Saya pikir layar yang berada di belakang pembaca berita itu adalah layar sendiri yang ada diruang pembaca berita itu,,ternyata layar itu hanya merupakan baigroon yang sudah di save di komputer yang artinya itu hanya editan saja.
Saat saya melihat ruangan penyiaran dari balik kaca,saya melihat seorang pembaca berita yang lagi main-main hp, dan bolpen di tangannya sedang menulis di meja yang bewarna hijau,saya berpikir kenapa seorang pembaca berita bisa begitu pada saat menyiar,,? Ternyata dia lagi mehilangkan kejenuhannya karena siaran yang disiarkan kepubik tidak lagi berfokus pada dia boleh saja diTV lagi disiarkan iklan,ataupun sedang diperlihatkan video berita.
Foto peralatan dalam mobil untuk peliputan siaran langsung
Thursday, 19 June 2014
MAHASISWA KPI-K UIN AR RANIRY SAAT MENGUNJUNGI BALAI KOTA BANDA ACEH
MAHASISWA KPI-K UIN AR RANIRY SAAT MENGUNJUNGI BALAI KOTA BANDA ACEH
Oleh : SAID RASUL /NIM 411106180 / JUR KPI-K / UNIT 1
Pada hari selasa tanggal 17 bulan
juni tahun 2014 ,kami berkunjung ke kantor wali kota Banda Aceh. Disitu kami mengetahui
tentang salah satu aplikasi alat teknologi yang digunakan di kontor wali kota
Banda Aceh. Nama aplikasi tersebut “E-KINERJA” aplikasi ini sudah di adopsi
oleh beberapa kota di Negara Republic Indinesia. Walaupun aplikasi ini sudah
banyak digunakan di kantor-kantor, tapi bagi saya ini sebuah pengetahuan yang
baru.
Sebelumnya sebelum ke kantor wali kota jangankan untuk mengetahui proses kerjanya dan digunakan untuk apa, namanya saja terdengar langka di telinga saya. Sesudah mendengar yang di jelaskan oleh pemateri yang dipandu
oleh “fatli dan Muhammad syarif” selama satu jam lebih . Saya pun dapat
pengetahuan tentang aplikasi E-KINERJA.
Aplikasi ini berguna untuk
mengukur kinerja Pegawai Negri Sipil (PNS), dan juga aplikasi ini bersifat
oline. Dengan aplikasi ini bisa dilihat SKPD oleh masyarakat 10 kinerja yang
baik. Dengan alat ini mampu merubah perilaku PNS kalau dulunya malas bekerja
sekarang dengan ada alat ini para PNS maka akan rajin bekerja, kalau dulunya
hanya menunggu kerja sekarang mereka harus mencari kerja. Karena alat ini
menyuruh para pegawai untuk memasukan apa yang mereka liput.
Apabila tidak
dilakukan berarti mereka di anggap tidak bekerja, Maka gaji oprasionalnya tidak
dapat. Sebelum para pengawai meliput, mereka harus mengikuti langkah-langkah
yang sudah ditetapkan seperti mengisi apa yang akan diliput ke aplikasi
E-KINERJA. Kemudian atasannya akan merespon apakah dilanjutkan atau dibatalkan,
Maka apa-apa yang sudah dikerja akan nampak di layar, Dengan diterapkan
E-KINERJA ini para PNS tidak bisa datang kekantor duduk saja didepan komputer.
Dan juga dikantor walikota banda
aceh ada satu lembaga yang mengawasi
(hakim). Tugasnya hakim untuk melihat program liput pegawai dan memberikan
tanggapan atas program pegawai untuk dilanjutkan atau tidak. Maka E-KINERJA ini
sangat mengawasi para PNS dikantor walikota Banda Aceh.
MAHASISWA KPI-K UIN AR-RANIRY SAAT MENGUNJUNGI KPIA
MAHASISWA KPI-K UIN AR-RANIRY SAAT MENGUNJUNGI KPIA
Oleh : SAID RASUL / NIM 411106180 / JUR / KPI-K / UNIT 1
Yang dapat saya ambil kesimpulan
Pada tanggal 13 Juni 2014.Saat Berkujung ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah
(KPI-D). kerena kondisi aceh sudah damai
Acehmempunyai hak otonomi khusus maka di aceh menjadi KPI-A (Komisi
Penyiaran Idinonesia daerah Aceh). KPI ini adalah sebuah lembaga independen di
Indonesia yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang
berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran di Indonesia.
Komisi ini berdiri sejak tahun
2002 berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Tentang
Penyiaran. KPI terdiri atas Lembaga Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI
Pusat) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang bekerja di wilayah
setingkat Provinsi. Wewenang dan lingkup tugas Komisi Penyiaran meliputi
pengaturan penyiaran yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik,
Lembaga Penyiaran Swasta, dan Lembaga Penyiaran Komunitas.
Adapun tugas-tugas KPI-A ,Seperti
yang disampaikan oleh ketua KPI-A yaitu :
1) Menyusun peratuaran dan menetapkan
pedomoan penyiaran.
2) Menetapkan stadar penyiaran.
3) Mengawasi pelaksanaan pogram siaran.
4) Memberikan saksi kepada yang melagar
peraturan penyiaran.
KPI juga mempunyai tugas, Menjamin masyarakat untuk
memperoleh imformasi yang layak dan benar. Dan juga menampung, meneliti, dan
menindaklanjuti aduan, sanggahan, serta kritik dari masyarakat. Kpi juga ikut
membangun iklim dalam persaingan yang sehat antarlembaga penyiaran.
KPI mempunyai wewenang membuat
undang-undang penyiaran. Seperti: Sebelum menyelenggarakan kegiatannya lembaga
penyiaran, wajib memperoleh izin dan di ketahui oleh KPI. Kata pak Maimun.
Dan mengenai keterpihakkan media
tehadap salah satu organisasi itu tidak boleh,apa bila itu ada maka Pihak KPI
akan menegur bahkan memberi sanksi yang
berat untuk media tersebut sampai taraf pencabutan izin Usaha.,seperti yang dilakukan oleh TV one dan metro TV,
kepada mereka pihak KPI telah melakukan peneguran. Itu tidak pandang bulu mau
itu media kecil maupun media besar. Bisa itu teguran tertulis, penghentian
sementara, pembatasan durasi dan waktu siaran. Wewenang KPI hanya kepada kontek
penyiaran saja tidak untuk media cetak,seperti baliho,Koran,poster,dll.
Tuesday, 27 May 2014
Perkembangan teknologi Informasi dan Komunikasi
Judul Artikel Jurnal :
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
INOVASI BAGI DUNIA PENDIDIKAN
Alamat Web/Link artikel jurnal :
http://insearch.unibi.ac.id/downexec.php?f=12021245659.pdf&fc=unibi.ac.id-Teknologi_informasi_dan_komunikasi_inovasi_bagi_dunia_pendidikan.pdf
Direview oleh : SAID RASUL (
411106180/UNIT I )
Jurnal ditulis Oleh: Hari Supriadi,
S.T.
PENDAHULUAN
Teknologi Informasi dan komunikasi
adalah salah satu bidang kajian yang beberapa tahun ke belakang mulai
berkembang di negara kita dan telah banyak diimplementasikan dalam berbagai
bidang. Teknologi Informasi sama dengan teknologi lainnya, dalam teknologi
informasi, informasi merupakan komoditas yang diolah dengan teknologi tersebut.
Bentuk dari teknologi adalah kumpulan pengetahuan (knowledge) yang
diimplementasikan dalam tumpukan kertas (stacked of papers), atau sekarang
berbentuk file - file dalam media penyimpan seperti disket, CD-ROM, flash disk
[PUSTEKKOM., 2006].
Sebagai salah satu teknologi unggulan
yang menentukan masa kini dan masa depan umat manusia, Teknologi Informasi (TI)
semakin penting untuk dikuasai pemahaman, pengetahuan, pemanfaatannya, serta
penciptaannya. Kaitannya yang erat dengan berbagai sektor : ekonomi,
pendidikan, dan sebagainya menempatkan TI sebagai komoditi strategi dalam
pembangunan sebuah negara. Malahan ada negara yang meluncurkan konsep
pembangunan nasionalnya yang bercirikan IT- led development, dimana TI bukan
hanya sebagai perangkat pendukung tetapi telah meningkat menjadi penggerak
utama mekanisme pembangunan seluruh sektor nasional disk [PUSTEKKOM., 2006]
Pesatnya perkembangan TI, khususnya
internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam
dunia pendidikan. Dilingkungan pendidikan, pemanfaatan IT lainnya yaitu
diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut E-Learning. Salah satu bentuk dari
E-Learning dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah
tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.
Hal ini merupakan salah satu faktor
yang mengharuskan pengembangan ICT dalam dunia pendidikan di Indonesia. Agar
kualitas sumber daya manusia Indonesia yang merupakan produk dari pendidikan
itu semakin baik dan dapat bersaing dalam dunia yang berbasiskan teknologi.
PEMBAHASAN
Teknologi informasi dan komunikasi
dalam dunia pendidikan
Secara umum Dunia Pendidikan memang
belum pernah benar-benar menjadi wacana yang publik di Indonesia. Upaya-upaya
peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan terus dilakukan oleh berbagai
pihak walaupun masih banyak yang harus dibenahi dalam berbagai aspek, terutama
dari segi proses belajar mengajar konvensional yang mengandalkan tatap muka
antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa, yang menjadi salah satu penyebab
terhambatnya arus informasi dan tidak seiring dengan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi.
Pola Pengajaran Dengan Media
Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) mempengaruhi pola pengajaran sehingga timbul kecenderungan
memanfaatkan teknologi untuk menyempurnakan fasilitas atau alat Bantu yang
digunakan dalam sistem pengajaran.
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan
TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
1. Dari pelatihan ke penampilan
2. Dari ruang kelas ke di mana dan kapan
saja
3. Dari kertas ke “on line” atau saluran
4. Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan
kerja
5. Dari waktu siklus ke waktu nyata
Komunikasi sebagai media pendidikan
dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer,
internet, e-mail, dsb. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus
berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat
memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber
space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang
paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau
pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan
internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu
model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi
khususnya internet.
Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu
penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan
luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu:
1. e-learning merupakan jaringan dengan
kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar
atau informasi
2. pengiriman sampai ke pengguna terakhir
melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar
3. memfokuskan pada pandangan yang paling
luas tentang pembelajaran di
balik paradigma pembelajaran tradisional.
Satu bentuk produk TIK adalah internet
yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya
telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam
berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era
globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan
dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau
kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk
memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada glirannya akan memberikan
pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang
amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi
revolusi internet di berbagai Negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang
kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan
pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global.
Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola
kehidupan umat manusia secara keseluruhan.
Dalam kaitan ini, setiap orang atau
bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan
kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. TIK telah
mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional
yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas
maupun di luar kelas.
Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat
melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut
siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan
jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran
cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet
sebagai alat bantu utama.
Meskipun teknologi informasi komunikasi
dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses
pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih
banyak kelemahan dan kekurangan. Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak
lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang
dipelajari. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat
individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Dari aspek
informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari
internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis
terhadap informasi
yang diperoleh. Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan
internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang
bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dsb. Dalam
hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan
pembelajaran secara proporsional dan demikian pula perlunya kerjasama yang baik
dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing.
Pergeseran pandangan tentang pembelajaran
Untuk
dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang
harus diwujudkan yaitu :
1. siswa dan guru harus memiliki akses
kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga
pendidikan guru
2. harus tersedia materi yang berkualitas,
bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru
3. guru harus memilikio pengetahuan dan
ketrampilan dalam menggunakan
alat-alat
dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik.
Sejalan dengan pesatnya perkembangan TIK, maka telah terjadi pergeseran
pandangan tentang pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas.
Dalam
pandangan tradisional di masa lalu (dan masih ada pada masa sekarang), proses
pembelajaran dipandang sebagai:
·
sesuatu
yang sulit dan berat
·
upaya mengisi kekurangan siswa
·
satu
proses transfer dan penerimaan informasi
·
proses
individual atau soliter
·
kegiatan
yang dilakukan dengan menjabarkan materi pelajaran kepada satuan-satuan kecil
dan terisolasi
·
suatu
proses linear.
Hal itu telah menguban peran guru dan
siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari: sebagai penyampai
pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban,
menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator
pengetahuan, dan mitra belajar;dan juga dari mengendalikan dan mengarahkan
semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak
alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara
itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu: dari
penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses
pembelajaran, dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan
berbagai pengetahuan, dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter)
menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.
Kreativitas dan kemandirian belajar
Dalam menghadapi tantangan kehidupan
modern di abad-21 ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu
beradaptasi dengan berbagai tuntutan.
Kreativitas
sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain:
1. kreativitas memberikan peluang bagi
individu untuk mengaktualisasikan dirinya
2. kreativitas memungkinkan orang dapat
menemukan berbagai alternative dalam pemecahan masalah
3. kreativitas dapat memberikan kepuasan
hidup
4. kreativitas memungkinkan manusia
meningkatkan kualitas hidupnya.
Dari segi kognitifnya, kreativitas
merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan
perincian. Sedangkan dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan
motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani
menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa
humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang
lain, dsb.
Karya-karya kreatif ditandai dengan
orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat
dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang
penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk
mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian
didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi
tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan
bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat
terhadap berbagai hal.
Dengan memperhatikan ciri-ciri
kreativitas dan kemandirian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa TIK memberikan
peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran
dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang
orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk
kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK siswa akan memperoleh berbagai
informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan
wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya
kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali
diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap
pihak lain.
Peran guru
Semua hal itu tidak akan terjadi dengan
sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan
lainnya. Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya
dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru
memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang
lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara
efektif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer
pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan
satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu pemberi informasi
. Dalam bukunya yang berjudul
“Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995), menyatakan bahwa di
masa-masa mendatang peran-peran guru mengalami perluasan yaitu guru sebagai:
pelatih (coaches), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar,
dan pengarang. Sebagai pelatih (coaches), guru harus memberikan peluang yang
sebesar-besarnya bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya
sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Guru hanya memberikan
prinsip-prinsip dasarnya saja dan tidak memberikan satu cara yang mutlak.
Hal ini merupakan analogi dalam bidang olah
raga, di mana pelatih hanya memberikan petunjuk dasar-dasar permainan,
sementara dalam permainan itu sendiri para pemain akan mengembangkan
kiat-kiatnya sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Sebagai konselor,
guru harus mampu menciptakan satu situasi interaksi belajar-mengajar, di mana
siswa melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana psikologis yang kondusif
dan tidak ada jarak yang kaku dengan guru. Disamping itu, guru diharapkan mampu
memahami kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan optimal.
Sebagai manajer pembelajaran, guru
memiliki kemandirian dan otonomi yang seluasluasnya
dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar-mengajar dengan
mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran. Sebagai partisipan,
guru tidak hanya berperilaku mengajar akan tetapi juga berperilaku belajar dari
interaksinya dengan siswa. Hal ini mengandung makna bahwa guru bukanlah
satu-satunya sumber belajar bagi anak, akan tetapi ia sebagai fasilitator
pembelajaran siswa. Sebagai pemimpin, diharapkan guru mampu menjadi seseorang
yang mampu menggerakkan orang lain untuk mewujudkan perilaku menuju tujuan
bersama. Disamping sebagai pengajar, guru harus mendapat kesempatan untuk
mewujudkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan
lain di luiar mengajar. Sebagai pembelajar, guru harus secara terus menerus
belajar dalam rangka menyegarkan kompetensinya serta meningkatkan kualitas
profesionalnya. Sebagai pengarang, guru harus selalu kreatif dan inovatif
menghasilkan berbagai karya yang akan digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas
profesionalnya.
Guru yang mandiri bukan sebagai tukang
atau teknisi yang harus mengikuti satu buku petunjuk yang baku, melainkan
sebagai tenaga yang kreatif yang mampu menghasilkan berbagai karya inovatif
dalam bidangnya. Hal itu harus didukung oleh daya abstraksi dan komitmen yang
tinggi sebagai basis kualitas profesionaliemenya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Peran TIK dalam dunia pendidikan
mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap dunia pendidikan khususnya
proses dan hasil pembelajaran, beberapa mamfaat yang diperoleh dengan adanya
TIK :
1. Memberikan kemudahan terhadap dunia pendidikan dalam
pencapaian tujuan pendidikan nasional Indonesia secara umum.
2. Meningkatkan mutu pendidikan karena dengan TIK dapat
dengan mudah menerima informasi baik dari dalam maupun dari luar negeri .
3. TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi,
akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran
yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai
infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan.
Semua hal itu tidak akan terjadi dengan
sendirinya karena setiap individu memiliki kondisi yang berbeda antara satu
dengan lainnya. Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang
tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan
ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK
dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak
secara efektif.
DAFTAR PUSTAKA
·
PUSTEKKOM,
2006, “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Communication
Technology)”.
·
Makalah
dalam Seminar ”Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan
Jarak Jauh dalam Rangka Peningkatan Mutu Pembelajaran”, diselenggarakan oleh
Pustekkom Depdiknas, tanggal 12 Desember 2006 di Jakarta.
·
Sudjana,
Nana dan Rivai, Ahmad, (1989), Teknologi Pengajaran, Sinar Baru Bandung
·
Khoerul
Akmal, S.Pd,(2008), makalah tentan “Kecenderungan Global Dalam Pemamfaatan
Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Pendidikan di Indonesia”.
·
“Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer,
Jr. dkk (1995).
·
Rosenberg
(2001), Lima pergeseran dalam proses pembelajaran InSearch, Universitas
Informatika dan Bisnis Indonesia - 9 of 9. http://insearch.
Monday, 19 May 2014
Perkembangan Teknologi Komunikasi
Judul Artikel Jurnal :
MAJALAH SEBAGAI MEDIA DAKWAH
Alamat Web/Link artikel jurnal :
Direview oleh : SAID RASUL ( 411106180 /
I )
Dewasa ini dengan perkembangan zaman
yang begitu pesat yang di domisili oleh perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang pada sekarang ini banyak di gunakan oleh banyak orang, Salah
satunya perkembangan media cetak. Media cetak
sekarang ini selain media untuk menyampaikan informasi dan publikasi, media cetak juga di gunakan
dalam hal-hal yang berbau islami yaitu sebagai sarana untuk berdakwah.
Media cetak
untuk berbagai jenis media dakwah di sini ialah semua bahan cetakan yang
digunakan untuk memuat dan menyampaikan pesan-pesan dakwah ke pada msyarakat
sebagai sasaran (obyek) dakwah. Bahan cetakan yang memuat informasi dakwah
tersebut harus memenuhi beberapa fungsi sebagai media penyampaian pesan ke pada
publik. Misalnya, informasi tentang sistuasi dan kondisi yang berkaitan dengan
lingkungan masyarakat baik masyarakat di sekitar maupun yang berskala dunia. .
Selain itu, media cetak tersebut juga harus memuat tentang upaya peningkatan
pemahaman tentang diri sendiri. Selanjutnya, media cetak itu juga harus memuat
informasi tentang upaya menjalankan peran sosial. Berikutnya, media cetak
termaksud juga harus berisi informasi tentang dorongan untuk memperoleh
kenikmatan jiwa dan estetis (Denis McQuail, 1991: 72).
Sebagai mana kita ketahui
bahwa media dakwah yang termasuk jenis bahan cetakan sangat beragam dan cukup
banyak tapi semuanya dipertemukan dalam satu nama yaitu media penyampaian pesan
yang menggunakan bahasa tulisan.
Persamaan dan Perbedaan Majalah dakwah dengan majalah
lainnya
·
Persamaan
Antara majalah
populer, majalah ilmiah, majallah hiburan, dan majalah dakwah, terdapat titik
persamaan di samping juga ada beberapa titik perbedaan yang memisahkan antara
satu dan lainnya dari jenis majalah tersebut. Persamaannya ialah bahwa semua majalah
terbit secara berkala dalam periode tertentu misalnya sekali seminggu (majalah
mingguan), dua minggu sekali (majalah tengah bulanan), sekali sebulan (majalah
bulanan), dua bulan sekali (majalah dua bulanan), tiga bulan sekali (majalah
tiga bulanan), empat bulan sekali (majalah empat bulanan) enam bulan sekali
(majalah tengah tahunan), dan sekali setahun (majalah tahunan).
·
Perbedaan
Majalah populer, majalah ilmiah,
majallah hiburan tidak mesti harus ada pesan-pesan dakwah,atau
informasi-informasi yang berhubungan dengan dakwah.Sedangkan Majalah
dakwah,yang menjadi hal utamanya adalah penyampaian pesan-pesan yang bersifat
dakwah.
Secara umum, karakteristik majallah
dikemukakan oleh Prof. Dr. H. M. Sattu Alang, M. A. Sebagai berikut :
1.
Penyajiannya lebih
mendalam karena periodesitasnya lama sehingga pencarian informasi lebih leuasa
dan tuntas.
2.
Nilai aktualitas
lebih lama karena dalam membaca majallah tidak pernah tuntas sekaligus.
3.
Gambar/foto lebih
baanyak, desain bagus, kualitas kertas bagus.
4.
Cover; sebagai daya
tarik.
5.
Bersifat segmented
; berdasarkan segmen pasar tertentu ex. Majalah anak-anak, ibu-ibu rumah
tangga, pria, wanita. (M. Sattu Alang, 2008: 2).
Karakteristik
Majalah Dakwah
Karakteristik
majalah dakwah ialah sesuai dengan namanya harus mengedepankan misi utamanya sebagai wabah penyampaian pesan
dakwah. Jadi semua rubrik atau ruang pemberitaan, termasuk ruang opini,
analisis, informasi, berita-berita lokal, nasional, regional, hingga
internasional, semuanya harus mencerminkan misi dakwah dengan tujuan utama
sebagai penyampai pesan untuk menyadarkan sasaran dakwah (para pembacanya)
sebagai hamba Allah sekaligus sebagai khalifah Nya.
Kelebihan dan
Kekurangan Majalah Dakwah
Sebagai sarana
pembawa misi moral (dakwah), majalah
dakwah memiliki segi-segi kelebihan di samping juga mempunyai segi-segi
kekurangan sebagai berikut :
1.
Kelebihan-kelebihannya
:
a.
Memiliki
jangkauanluas, yaitu masyarakat pembaca yang relatif luas. Yaitu seluas dengan
lokasi domisili pengguna bahasa yang menjai pelanggan dari majallah dakwah
tersebut;
b.
Memiliki aset
pelanggan yang banyak, sebanyak pembaca yang bersimpati terhadap majalah dakwah
yang bersangkutan. Terutama yang memiliki kecenderungan ide yang sama dengan
ide yang dikembangkan oleh pengelola majalah dakwah yang bersangkutan;
c.
Karena sifatnya
sebagai majalah dakwah, yang meneruskan pesan-pesan pendidikan dan penegakan
moral, maka majalah dakwah pun tidak sedikit memuat uraian dan analisis ilmiah
yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu dan aneka pengetahuan. Semuanya
itu menjadikan majalah dakwah berada pada posisi yang setaraf dengan sumber
bacaan atau bahan literatur yang tentu saja banyak menolong pencinta dan
peminat dalam pengembangan ilmu pengetahuan misalnya para muballigh, pendidik
di bidang pembinaan moral keagamaan, mahasiswa (calon sarjana) yang menekuni
kegiatan dakwah, bahkan sampai pada kalangan sarjana dan kaum cendekiawan
sekalipun.
d.
Karena berita dan
uraian yang disajikan dalam majalah dakwah bersifat ilmiah praktis (bukan
teoritis), maka bahan rujukan dalam bidang keilmuan tersebut termasuk tidak
usang dan relatif dapat bernilai up to date dalam jangka waktu tertentu jika
dibanding dengan sumber bacaan lain semisal brosur, atau surat kabar.
e.
Karena cover (kulit
luar) majalah didesain seindah dan semenarik mungkin, maka majalah dakwah pun
termasuk bahan bacaan yang memiliki nilai hiburan sekaligus menunjukkan bahwa
nuansa hiburannya sama sekali tidak terlepas dari dari pesan-posan moral dan
dakwah. Dengan demikian keindahan dan seni yang dimunculkan pada cover tersebut
berisi pesan ”seni untuk moral”.
2.
Kekurangan-kekurangannya
:
a.
Pesan-pesan
moralnya hanya terbatas pada kalangan yang pandai membaca khususnya pengguna
bahasa dan memahami bahasa yang digunakan majalah tersebut dengan baik.
b.
Sering terjadi
bahwa suatu majalah dakwah dalam menampilkan sajian uraian dan komentar, masih
terjebak dalam ”kefanatikan” aliran tanpa mau memberi peluang ke pada
pihak-pihak lain yang tidak sealiran dengan mereka untuk mengembangkan tradisi
yang telah mengakar dalam kehidupan pihak lain itu.
c.
Dari segi oplag dan
jumlah penggemar, majalah dakwah masih kalah bersaing dengan majalah hiburan
yang umunya menampilkan corak hiburan yang bernuansa kesenangan sesaat. Dengan
demikian maka majalah dakwah masih sangat
kewalahan dalam membiayai kelangsungan hidupnya kecuali jika memang ada sumber
dana tersendiri yang dapat menopang keberlangsungan hidup majalah dakwah
tersebut.
Kesimpulan
Ø
Majalah ialah salah
satu jenis bahan bacaan yang diterbitkan secara berkala dan memiliki karakteristik
tersendiri dan berbeda dengan surat kabar, brosur, jurnal, maupun pamplet, dan
sebagainya. Dari sekian banyak jenis majalah, ada yang bersifat hiburan, ada
pula yang bersifat pengembangan ilmu-ilmu populer, dan ada pula yang bersifat
Dakwah. Ada yang diterbitkan dalam periode mingguan, bulanan, dua bulanan, tiga
bulanan, dan seterusnya.
Ø
Yang dinamakan
majalah dakwah ialah majalah yang menampilkan isi atau informasi yang bernuansa
dakwah yaitu bertujuan untuk meluruskan moral, mendidik para pembacanya dengan
didikan dakwah dan pesan-pesan keagamaan sekalipun tidak melupakan nuansa
hiburan bagi para pembacanya. Namun hiburan yang dimaksudkan itu bukanlah
semata-mata seni untuk seni tapi seni untuk moral
.
Ø
Untuk mencapai
tujuan dakwah yang sebenarnya melaui pengedaran majalah dakwah, maka sangat
perlu pemanfaatan nialai-nilai seni dengan tujuan untuk menimbulkan kesadaran
bahwa Allah swt. Maha Indah dan sangat mencintai keindahan. Namun keindahan
yang dimaksud tidak boleh keluar dari koridor pernayataan kehambaan diri ke
pada Nya disertai kesadaran penuh bahwa status kehambaan itu mestinya berlanjut
pada upaya merealisir fungsi manusia sebagai khalifatullah fil-Ardh (wakil
Allah swt dan sekaligus sebagai pemegang mandat kekuasaan dari Nya di bumi ini)
untuk memakmurkan kehidupan di bumi ini.
Daftar Rujukan
§
al-‘Amiriy, Abu
Yahya Zakariya. Kaefa Nad’unnasi Ilallah, Kairo: Maktabah al-jieliy, 1979.
§
Alang, Sattu.
Berdakwah Melalui Media Massa (Garis-garis Besar Pengantar Kuliah Dakwah di S3
UIN Makassar 10 Mei 2008).
§
Makkajareng,
Ziarah. Pengantar Ilmu Dakwah (Diktat Seri Matakuliah Dakwah, Buku Pertama),
(Palopo, Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin di Palopo, 1988).
§
McQuail, Denis,
Teori Komunikasi Massa. Edisi Kedua, Jakarta: Erlangga, 1991.
§
Tim Penyusun Kamus
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia , Edisi
Kedua, (Cetakan III, Jakarta, Balai Pustaka, 1994).
Subscribe to:
Posts (Atom)




