Monday, 21 December 2015

PESAN RASULULLAH SEBELUM WAFAT



Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad , Allah berpesan kepada malaikat Jibril

“Hai Jibril, jika Muhamnad Kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jmalaikat ibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.

Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotulmaut Seluruh umat Nabi muhammad sudah dilimpahkan kepada Sayyidina muhammad....

Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya.

Allahumma sholli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad....

Mudah2an kita termasuk ummatnya yg nanti di hari kiamat akan mendapatkan syafaat baginda Rosulullah SAW
AMIIN

Monday, 23 June 2014

Kunjungan Mahasiswa KPI UIN Ar-raniry di TVRI Aceh.

Kunjungan Studi Observasi Mahasiswa KPI UIN Ar-raniry di TVRI Aceh.

                                                               Ditulis Oleh :
                                                    SAID RASUL / 411106180


 Foto bersama staf LPP TVRI ketika selesai  melihat lihat peralatan dan proses kerjanya di daerah mata ie




Berdiri TVRI Aceh dimulai sejak tahun 1962 bertepatan dengan digelarnya Sea Game ke 2 di Jakarta, Dulu TVRI Aceh bernaungan dibawah pemerintahan, tapi kalau sekarang TVRI aceh sudah milik negara.Apa yang menjadi Perbedaan milik pemerintah dengan milik Negara..? Perbedaannya adalah milik pemerintah semua harus ditayang atau  disiarkan yang berhubungan dengan pemerintah dan jika pemerintah salah dalam jalur pemerintahannya itu tidak boleh di kritik atau di siarkan, sedangkan milik Negara kita boleh kritik pemerintah jika pemerintah itu salah dan sifatnya independen atau  netral.

TVRI Aceh merupakan TV stasiun cangkok atau cabang dari pusat yang merupakan kerja sama dengan pusat dan  jam tayangnya dibatasi oleh waktu-tertentu, TVRI Aceh ini mempunyai empat jam tayang dalam sehari, tujuan dari TVRI Aceh ini adalah untuk mengangkat kebudayaan-kebudayaan Aceh, karena di Aceh banyak ragamnya budaya, dan di Aceh juga terkenal yang namanya Negeri Syari’at. Maka olehi  karena itu TVRI Aceh ingin melestarikan budaya-budaya yang ada dan ingin di ketahui oleh dunia luar bahwa Aceh mempunyai budaya yang beraneka ragam.

Bentuk / sifat atau  yang menjadi ruang lingkup TVRI Aceh yaitu :
v  Informasi
Yaitu informasi yang disampaikan kepada masyarakat berupa fakta dan aktual sesuai yang terjadi di lapangan, bukan rekayasa.
v  Pendidikan
Menyiarkan tentang pendidikan yang ada di Aceh sepeti lomba cerdas cermat yang di siarkan lewat stasiun ini.
v  Hiburan
Karena itu bisa juga untuk menghilangkan rasa jenuh, biasanya ini ditayang saat jam anak-anak nonton, sepeti hari minggu.
v  Budaya
Budaya tertentu pihak TVRI Aceh akan mengirimkan tim lapangan untuk melakukan peliputan yang kemudian akan di siarkan ke publik. Supaya masyarakat tahu bagaimana budaya-budaya yang berlaku didaerah-daerah tertentu. TVRI Aceh ini juga mendidik masyarakat yang berada di wilayah Aceh. TVRI Aceh juga mempunyai program-program khusus yaitu Anak-anak, Remaja, Dewasa, dan Orang tua.

Sistem produksi TVRI Aceh :
  • Perencanaan
  • Mengorganisasikan
  • Kemudian mengontrol

Sistem ini tidak satu rantai, tetapi antara satu dengan lainnya itu saling berhubungan. Yang artinya kameramen bukan hanya dikamera saja tetapi juga membantu dibidang produksi dan lain sebagainya.
Kepala Produksi Berita (Pak Yasran) menjelaskan tentang peristiwa yang akan diliput oleh wartawan TVRI Aceh .
  •  Reporter yang bertugas untuk meengumpul data
  • Kameramen yang bertugas untuk mengambil gambar
  • Ada sifat berita yang di siar secara langsung (berita live)
  • Ada juga berita yang di liput dulu kemudian nantinya akan di siarkan .

 Pak Yasran megatakan bahwa di Aceh ada lima instributor yaitu :
  1. Banda Aceh
  2. Aceh Barat
  3. Nagan Raya
  4. Aceh Utara
  5. Aceh Tenggara

Sekarang yang menjadi kendala bagi TVRI Aceh adalah  dana yang menjadi anggaran saat ini sedang ditahan oleh pihak DPR. Apa yang menjadi penyebabnya pak yasran di mengungkapkan kepada kami.  Walaupun dalam keadaan begitu yaitu kekurangan dana tetapi TVRI Aceh tetap terus berjalan walaupun diterpa oleh masalah-masalah yang ada.i Itu yang dia katakan kepada kami  “jika ayam tidak berkokok bukan berarti subuh tidak tiba” tambah pak Yasran.


 Saya sedikit bingung dengan apa yang menjadi poperti yang digunakan di belakan orang pembaca berita,kox gambarnya berjalan-jalan.Saya pikir layar yang berada di belakang pembaca berita itu adalah layar sendiri yang ada diruang pembaca berita itu,,ternyata layar itu hanya merupakan baigroon yang sudah di save di komputer yang artinya itu hanya editan saja.

Saat saya melihat ruangan penyiaran dari balik kaca,saya melihat seorang pembaca berita yang lagi main-main hp, dan bolpen di tangannya sedang menulis di meja yang bewarna hijau,saya berpikir kenapa seorang pembaca berita bisa begitu pada saat menyiar,,? Ternyata dia lagi mehilangkan kejenuhannya karena siaran yang disiarkan kepubik tidak lagi berfokus pada dia boleh saja diTV lagi disiarkan iklan,ataupun sedang diperlihatkan video berita.






Foto peralatan  dalam mobil untuk peliputan siaran langsung

Thursday, 19 June 2014

MAHASISWA KPI-K UIN AR RANIRY SAAT MENGUNJUNGI BALAI KOTA BANDA ACEH

MAHASISWA KPI-K UIN AR RANIRY SAAT MENGUNJUNGI BALAI KOTA BANDA ACEH

Oleh : SAID RASUL /NIM 411106180 / JUR KPI-K / UNIT 1




Pada hari selasa tanggal 17 bulan juni tahun 2014 ,kami berkunjung ke kantor wali kota Banda Aceh. Disitu kami mengetahui tentang salah satu aplikasi alat teknologi yang digunakan di kontor wali kota Banda Aceh. Nama aplikasi tersebut “E-KINERJA” aplikasi ini sudah di adopsi oleh beberapa kota di Negara Republic Indinesia. Walaupun aplikasi ini sudah banyak digunakan di kantor-kantor, tapi bagi saya ini sebuah pengetahuan yang baru. 

Sebelumnya sebelum ke kantor wali kota jangankan untuk mengetahui proses kerjanya dan digunakan untuk apa, namanya saja terdengar langka di telinga saya. Sesudah mendengar yang di jelaskan oleh pemateri yang dipandu oleh “fatli dan Muhammad syarif” selama satu jam lebih . Saya pun dapat pengetahuan tentang aplikasi E-KINERJA.

Aplikasi ini berguna untuk mengukur kinerja Pegawai Negri Sipil (PNS), dan juga aplikasi ini bersifat oline. Dengan aplikasi ini bisa dilihat SKPD oleh masyarakat 10 kinerja yang baik. Dengan alat ini mampu merubah perilaku PNS kalau dulunya malas bekerja sekarang dengan ada alat ini para PNS maka akan rajin bekerja, kalau dulunya hanya menunggu kerja sekarang mereka harus mencari kerja. Karena alat ini menyuruh para pegawai untuk memasukan apa yang mereka liput. 

Apabila tidak dilakukan berarti mereka di anggap tidak bekerja, Maka gaji oprasionalnya tidak dapat. Sebelum para pengawai meliput, mereka harus mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan seperti mengisi apa yang akan diliput ke aplikasi E-KINERJA. Kemudian atasannya akan merespon apakah dilanjutkan atau dibatalkan, Maka apa-apa yang sudah dikerja akan nampak di layar, Dengan diterapkan E-KINERJA ini para PNS tidak bisa datang kekantor duduk saja didepan komputer.

Dan juga dikantor walikota banda aceh ada  satu lembaga yang mengawasi (hakim). Tugasnya hakim untuk melihat program liput pegawai dan memberikan tanggapan atas program pegawai untuk dilanjutkan atau tidak. Maka E-KINERJA ini sangat mengawasi para PNS dikantor walikota Banda Aceh.


MAHASISWA KPI-K UIN AR-RANIRY SAAT MENGUNJUNGI KPIA

MAHASISWA KPI-K UIN AR-RANIRY SAAT MENGUNJUNGI KPIA


Oleh : SAID RASUL / NIM 411106180 / JUR / KPI-K / UNIT 1




Yang dapat saya ambil kesimpulan Pada tanggal 13 Juni 2014.Saat Berkujung ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPI-D). kerena kondisi aceh sudah damai  Acehmempunyai hak otonomi khusus maka di aceh menjadi KPI-A (Komisi Penyiaran Idinonesia daerah Aceh). KPI ini adalah sebuah lembaga independen di Indonesia yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran di Indonesia.

Komisi ini berdiri sejak tahun 2002 berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran. KPI terdiri atas Lembaga Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang bekerja di wilayah setingkat Provinsi. Wewenang dan lingkup tugas Komisi Penyiaran meliputi pengaturan penyiaran yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik, Lembaga Penyiaran Swasta, dan Lembaga Penyiaran Komunitas.
Adapun tugas-tugas KPI-A ,Seperti yang disampaikan oleh ketua KPI-A yaitu :

1)      Menyusun peratuaran dan menetapkan pedomoan penyiaran.
2)      Menetapkan stadar penyiaran.
3)      Mengawasi pelaksanaan pogram siaran.
4)      Memberikan saksi kepada yang melagar peraturan penyiaran.

KPI juga  mempunyai tugas, Menjamin masyarakat untuk memperoleh imformasi yang layak dan benar. Dan juga menampung, meneliti, dan menindaklanjuti aduan, sanggahan, serta kritik dari masyarakat. Kpi juga ikut membangun iklim dalam persaingan yang sehat antarlembaga penyiaran.

KPI mempunyai wewenang membuat undang-undang penyiaran. Seperti: Sebelum menyelenggarakan kegiatannya lembaga penyiaran, wajib memperoleh izin dan di ketahui oleh KPI. Kata pak Maimun.

Dan mengenai keterpihakkan media tehadap salah satu organisasi itu tidak boleh,apa bila itu ada maka Pihak KPI akan menegur bahkan memberi  sanksi yang berat untuk media tersebut sampai taraf pencabutan izin Usaha.,seperti  yang dilakukan oleh TV one dan metro TV, kepada mereka pihak KPI telah melakukan peneguran. Itu tidak pandang bulu mau itu media kecil maupun media besar. Bisa itu teguran tertulis, penghentian sementara, pembatasan durasi dan waktu siaran. Wewenang KPI hanya kepada kontek penyiaran saja tidak untuk media cetak,seperti baliho,Koran,poster,dll.


Tuesday, 27 May 2014

Perkembangan teknologi Informasi dan Komunikasi


 Judul Artikel Jurnal :
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
INOVASI BAGI DUNIA PENDIDIKAN


Alamat Web/Link artikel jurnal :
http://insearch.unibi.ac.id/downexec.php?f=12021245659.pdf&fc=unibi.ac.id-Teknologi_informasi_dan_komunikasi_inovasi_bagi_dunia_pendidikan.pdf


Direview oleh : SAID RASUL ( 411106180/UNIT I )


Jurnal ditulis Oleh: Hari Supriadi, S.T.




PENDAHULUAN

Teknologi Informasi dan komunikasi adalah salah satu bidang kajian yang beberapa tahun ke belakang mulai berkembang di negara kita dan telah banyak diimplementasikan dalam berbagai bidang. Teknologi Informasi sama dengan teknologi lainnya, dalam teknologi informasi, informasi merupakan komoditas yang diolah dengan teknologi tersebut. Bentuk dari teknologi adalah kumpulan pengetahuan (knowledge) yang diimplementasikan dalam tumpukan kertas (stacked of papers), atau sekarang berbentuk file - file dalam media penyimpan seperti disket, CD-ROM, flash disk [PUSTEKKOM., 2006].
Sebagai salah satu teknologi unggulan yang menentukan masa kini dan masa depan umat manusia, Teknologi Informasi (TI) semakin penting untuk dikuasai pemahaman, pengetahuan, pemanfaatannya, serta penciptaannya. Kaitannya yang erat dengan berbagai sektor : ekonomi, pendidikan, dan sebagainya menempatkan TI sebagai komoditi strategi dalam pembangunan sebuah negara. Malahan ada negara yang meluncurkan konsep pembangunan nasionalnya yang bercirikan IT- led development, dimana TI bukan hanya sebagai perangkat pendukung tetapi telah meningkat menjadi penggerak utama mekanisme pembangunan seluruh sektor nasional disk [PUSTEKKOM., 2006]
Pesatnya perkembangan TI, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam dunia pendidikan. Dilingkungan pendidikan, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut E-Learning. Salah satu bentuk dari E-Learning dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.
Hal ini merupakan salah satu faktor yang mengharuskan pengembangan ICT dalam dunia pendidikan di Indonesia. Agar kualitas sumber daya manusia Indonesia yang merupakan produk dari pendidikan itu semakin baik dan dapat bersaing dalam dunia yang berbasiskan teknologi.



PEMBAHASAN

Teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan

Secara umum Dunia Pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadi wacana yang publik di Indonesia. Upaya-upaya peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan terus dilakukan oleh berbagai pihak walaupun masih banyak yang harus dibenahi dalam berbagai aspek, terutama dari segi proses belajar mengajar konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa, yang menjadi salah satu penyebab terhambatnya arus informasi dan tidak seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Pola Pengajaran Dengan Media

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mempengaruhi pola pengajaran sehingga timbul kecenderungan memanfaatkan teknologi untuk menyempurnakan fasilitas atau alat Bantu yang digunakan dalam sistem pengajaran.

Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:

1.      Dari pelatihan ke penampilan
2.      Dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja
3.      Dari kertas ke “on line” atau saluran
4.      Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja
5.      Dari waktu siklus ke waktu nyata

Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus
berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.

Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu:
1.      e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi
2.      pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar
3.      memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional.



Satu bentuk produk TIK adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada glirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang
amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai Negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan.
Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas.
Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama.

Meskipun teknologi informasi komunikasi dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi
yang diperoleh. Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dsb. Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional dan demikian pula perlunya kerjasama yang baik dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing.

Pergeseran pandangan tentang pembelajaran

Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu :
1.      siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru
2.      harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru
3.      guru harus memilikio pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan

alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik. Sejalan dengan pesatnya perkembangan TIK, maka telah terjadi pergeseran pandangan tentang pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas.
Dalam pandangan tradisional di masa lalu (dan masih ada pada masa sekarang), proses pembelajaran dipandang sebagai:
·         sesuatu yang sulit dan berat
·          upaya mengisi kekurangan siswa
·         satu proses transfer dan penerimaan informasi
·         proses individual atau soliter
·         kegiatan yang dilakukan dengan menjabarkan materi pelajaran kepada satuan-satuan kecil dan terisolasi
·         suatu proses linear.

Hal itu telah menguban peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari: sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar;dan juga dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu: dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran, dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan, dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.

Kreativitas dan kemandirian belajar

Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad-21 ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan.
 Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain:
1.      kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya
2.      kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternative dalam pemecahan masalah
3.      kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup
4.      kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dsb.

Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai hal.
Dengan memperhatikan ciri-ciri kreativitas dan kemandirian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa TIK memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.

Peran guru

Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu pemberi informasi
. Dalam bukunya yang berjudul “Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995), menyatakan bahwa di masa-masa mendatang peran-peran guru mengalami perluasan yaitu guru sebagai: pelatih (coaches), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar, dan pengarang. Sebagai pelatih (coaches), guru harus memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Guru hanya memberikan prinsip-prinsip dasarnya saja dan tidak memberikan satu cara yang mutlak.
Hal ini merupakan analogi dalam bidang olah raga, di mana pelatih hanya memberikan petunjuk dasar-dasar permainan, sementara dalam permainan itu sendiri para pemain akan mengembangkan kiat-kiatnya sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Sebagai konselor, guru harus mampu menciptakan satu situasi interaksi belajar-mengajar, di mana siswa melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana psikologis yang kondusif dan tidak ada jarak yang kaku dengan guru. Disamping itu, guru diharapkan mampu memahami kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan optimal.
Sebagai manajer pembelajaran, guru memiliki kemandirian dan otonomi yang seluasluasnya
dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar-mengajar dengan mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran. Sebagai partisipan, guru tidak hanya berperilaku mengajar akan tetapi juga berperilaku belajar dari interaksinya dengan siswa. Hal ini mengandung makna bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi anak, akan tetapi ia sebagai fasilitator pembelajaran siswa. Sebagai pemimpin, diharapkan guru mampu menjadi seseorang yang mampu menggerakkan orang lain untuk mewujudkan perilaku menuju tujuan bersama. Disamping sebagai pengajar, guru harus mendapat kesempatan untuk mewujudkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan lain di luiar mengajar. Sebagai pembelajar, guru harus secara terus menerus belajar dalam rangka menyegarkan kompetensinya serta meningkatkan kualitas profesionalnya. Sebagai pengarang, guru harus selalu kreatif dan inovatif menghasilkan berbagai karya yang akan digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas profesionalnya.
Guru yang mandiri bukan sebagai tukang atau teknisi yang harus mengikuti satu buku petunjuk yang baku, melainkan sebagai tenaga yang kreatif yang mampu menghasilkan berbagai karya inovatif dalam bidangnya. Hal itu harus didukung oleh daya abstraksi dan komitmen yang tinggi sebagai basis kualitas profesionaliemenya.



KESIMPULAN DAN SARAN

Peran TIK dalam dunia pendidikan mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap dunia pendidikan khususnya proses dan hasil pembelajaran, beberapa mamfaat yang diperoleh dengan adanya TIK :
1. Memberikan kemudahan terhadap dunia pendidikan dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional Indonesia secara umum.
2. Meningkatkan mutu pendidikan karena dengan TIK dapat dengan mudah menerima informasi baik dari dalam maupun dari luar negeri .
3. TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi, akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan.

Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap individu memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif.



DAFTAR PUSTAKA

·         PUSTEKKOM, 2006, “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Communication Technology)”.
·         Makalah dalam Seminar ”Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan Jarak Jauh dalam Rangka Peningkatan Mutu Pembelajaran”, diselenggarakan oleh Pustekkom Depdiknas, tanggal 12 Desember 2006 di Jakarta.
·         Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad, (1989), Teknologi Pengajaran, Sinar Baru Bandung
·         Khoerul Akmal, S.Pd,(2008), makalah tentan “Kecenderungan Global Dalam Pemamfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Pendidikan di Indonesia”.
·          “Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995).

·         Rosenberg (2001), Lima pergeseran dalam proses pembelajaran InSearch, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia - 9 of 9. http://insearch.

Monday, 19 May 2014

Perkembangan Teknologi Komunikasi

Judul Artikel Jurnal :

MAJALAH SEBAGAI MEDIA DAKWAH


Alamat Web/Link artikel jurnal :



Direview oleh : SAID RASUL ( 411106180 / I )




Dewasa ini dengan perkembangan zaman yang begitu pesat yang di domisili oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pada sekarang ini banyak di gunakan oleh banyak orang, Salah satunya perkembangan media cetak. Media cetak  sekarang ini selain media untuk menyampaikan informasi  dan publikasi, media cetak juga di gunakan dalam hal-hal yang berbau islami yaitu sebagai sarana untuk berdakwah.
                Media cetak untuk berbagai jenis media dakwah di sini ialah semua bahan cetakan yang digunakan untuk memuat dan menyampaikan pesan-pesan dakwah ke pada msyarakat sebagai sasaran (obyek) dakwah. Bahan cetakan yang memuat informasi dakwah tersebut harus memenuhi beberapa fungsi sebagai media penyampaian pesan ke pada publik. Misalnya, informasi tentang sistuasi dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat baik masyarakat di sekitar maupun yang berskala dunia. . Selain itu, media cetak tersebut juga harus memuat tentang upaya peningkatan pemahaman tentang diri sendiri. Selanjutnya, media cetak itu juga harus memuat informasi tentang upaya menjalankan peran sosial. Berikutnya, media cetak termaksud juga harus berisi informasi tentang dorongan untuk memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis (Denis McQuail, 1991: 72).
Sebagai mana kita ketahui bahwa media dakwah yang termasuk jenis bahan cetakan sangat beragam dan cukup banyak tapi semuanya dipertemukan dalam satu nama yaitu media penyampaian pesan yang menggunakan bahasa tulisan.

Persamaan  dan Perbedaan Majalah dakwah dengan majalah lainnya

·         Persamaan

Antara majalah populer, majalah ilmiah, majallah hiburan, dan majalah dakwah, terdapat titik persamaan di samping juga ada beberapa titik perbedaan yang memisahkan antara satu dan lainnya dari jenis majalah tersebut. Persamaannya ialah bahwa semua majalah terbit secara berkala dalam periode tertentu misalnya sekali seminggu (majalah mingguan), dua minggu sekali (majalah tengah bulanan), sekali sebulan (majalah bulanan), dua bulan sekali (majalah dua bulanan), tiga bulan sekali (majalah tiga bulanan), empat bulan sekali (majalah empat bulanan) enam bulan sekali (majalah tengah tahunan), dan sekali setahun (majalah tahunan).

·         Perbedaan

Majalah populer, majalah ilmiah, majallah hiburan tidak mesti harus ada pesan-pesan dakwah,atau informasi-informasi yang berhubungan dengan dakwah.Sedangkan Majalah dakwah,yang menjadi hal utamanya adalah penyampaian pesan-pesan yang bersifat dakwah.

Secara umum, karakteristik majallah dikemukakan oleh Prof. Dr. H. M. Sattu Alang, M. A. Sebagai berikut :
1.       Penyajiannya lebih mendalam karena periodesitasnya lama sehingga pencarian informasi lebih leuasa dan tuntas.
2.       Nilai aktualitas lebih lama karena dalam membaca majallah tidak pernah tuntas sekaligus.
3.       Gambar/foto lebih baanyak, desain bagus, kualitas kertas bagus.
4.       Cover; sebagai daya tarik.
5.       Bersifat segmented ; berdasarkan segmen pasar tertentu ex. Majalah anak-anak, ibu-ibu rumah tangga, pria, wanita. (M. Sattu Alang, 2008: 2).

Karakteristik Majalah Dakwah

Karakteristik majalah dakwah ialah sesuai dengan namanya harus mengedepankan  misi utamanya sebagai wabah penyampaian pesan dakwah. Jadi semua rubrik atau ruang pemberitaan, termasuk ruang opini, analisis, informasi, berita-berita lokal, nasional, regional, hingga internasional, semuanya harus mencerminkan misi dakwah dengan tujuan utama sebagai penyampai pesan untuk menyadarkan sasaran dakwah (para pembacanya) sebagai hamba Allah sekaligus sebagai khalifah Nya.

Kelebihan dan Kekurangan Majalah Dakwah 

Sebagai sarana pembawa misi  moral (dakwah), majalah dakwah memiliki segi-segi kelebihan di samping juga mempunyai segi-segi kekurangan sebagai berikut :

1.       Kelebihan-kelebihannya :

a.        Memiliki jangkauanluas, yaitu masyarakat pembaca yang relatif luas. Yaitu seluas dengan lokasi domisili pengguna bahasa yang menjai pelanggan dari majallah dakwah tersebut;
b.       Memiliki aset pelanggan yang banyak, sebanyak pembaca yang bersimpati terhadap majalah dakwah yang bersangkutan. Terutama yang memiliki kecenderungan ide yang sama dengan ide yang dikembangkan oleh pengelola majalah dakwah yang bersangkutan;
c.        Karena sifatnya sebagai majalah dakwah, yang meneruskan pesan-pesan pendidikan dan penegakan moral, maka majalah dakwah pun tidak sedikit memuat uraian dan analisis ilmiah yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu dan aneka pengetahuan. Semuanya itu menjadikan majalah dakwah berada pada posisi yang setaraf dengan sumber bacaan atau bahan literatur yang tentu saja banyak menolong pencinta dan peminat dalam pengembangan ilmu pengetahuan misalnya para muballigh, pendidik di bidang pembinaan moral keagamaan, mahasiswa (calon sarjana) yang menekuni kegiatan dakwah, bahkan sampai pada kalangan sarjana dan kaum cendekiawan sekalipun.
d.       Karena berita dan uraian yang disajikan dalam majalah dakwah bersifat ilmiah praktis (bukan teoritis), maka bahan rujukan dalam bidang keilmuan tersebut termasuk tidak usang dan relatif dapat bernilai up to date dalam jangka waktu tertentu jika dibanding dengan sumber bacaan lain semisal brosur, atau surat kabar.
e.        Karena cover (kulit luar) majalah didesain seindah dan semenarik mungkin, maka majalah dakwah pun termasuk bahan bacaan yang memiliki nilai hiburan sekaligus menunjukkan bahwa nuansa hiburannya sama sekali tidak terlepas dari dari pesan-posan moral dan dakwah. Dengan demikian keindahan dan seni yang dimunculkan pada cover tersebut berisi  pesan ”seni untuk moral”.

2.       Kekurangan-kekurangannya :

a.        Pesan-pesan moralnya hanya terbatas pada kalangan yang pandai membaca khususnya pengguna bahasa dan memahami bahasa yang digunakan majalah tersebut  dengan baik.
b.       Sering terjadi bahwa suatu majalah dakwah dalam menampilkan sajian uraian dan komentar, masih terjebak dalam ”kefanatikan” aliran tanpa mau memberi peluang ke pada pihak-pihak lain yang tidak sealiran dengan mereka untuk mengembangkan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan pihak lain itu.
c.        Dari segi oplag dan jumlah penggemar, majalah dakwah masih kalah bersaing dengan majalah hiburan yang umunya menampilkan corak hiburan yang bernuansa kesenangan sesaat. Dengan demikian maka majalah dakwah masih  sangat kewalahan dalam membiayai kelangsungan hidupnya kecuali jika memang ada sumber dana tersendiri yang dapat menopang keberlangsungan hidup majalah dakwah tersebut.

Kesimpulan

Ø  Majalah ialah salah satu jenis bahan bacaan yang diterbitkan secara berkala dan memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan surat kabar, brosur, jurnal, maupun pamplet, dan sebagainya. Dari sekian banyak jenis majalah, ada yang bersifat hiburan, ada pula yang bersifat pengembangan ilmu-ilmu populer, dan ada pula yang bersifat Dakwah. Ada yang diterbitkan dalam periode mingguan, bulanan, dua bulanan, tiga bulanan, dan seterusnya.

Ø  Yang dinamakan majalah dakwah ialah majalah yang menampilkan isi atau informasi yang bernuansa dakwah yaitu bertujuan untuk meluruskan moral, mendidik para pembacanya dengan didikan dakwah dan pesan-pesan keagamaan sekalipun tidak melupakan nuansa hiburan bagi para pembacanya. Namun hiburan yang dimaksudkan itu bukanlah semata-mata seni untuk seni tapi seni untuk moral
.
Ø  Untuk mencapai tujuan dakwah yang sebenarnya melaui pengedaran majalah dakwah, maka sangat perlu pemanfaatan nialai-nilai seni dengan tujuan untuk menimbulkan kesadaran bahwa Allah swt. Maha Indah dan sangat mencintai keindahan. Namun keindahan yang dimaksud tidak boleh keluar dari koridor pernayataan kehambaan diri ke pada Nya disertai kesadaran penuh bahwa status kehambaan itu mestinya berlanjut pada upaya merealisir fungsi manusia sebagai khalifatullah fil-Ardh (wakil Allah swt dan sekaligus sebagai pemegang mandat kekuasaan dari Nya di bumi ini) untuk memakmurkan kehidupan di bumi ini.


Daftar Rujukan

§  al-‘Amiriy, Abu Yahya Zakariya. Kaefa Nad’unnasi Ilallah, Kairo: Maktabah al-jieliy, 1979.
§  Alang, Sattu. Berdakwah Melalui Media Massa (Garis-garis Besar Pengantar Kuliah Dakwah di S3 UIN Makassar 10 Mei 2008).
§  Makkajareng, Ziarah. Pengantar Ilmu Dakwah (Diktat Seri Matakuliah Dakwah, Buku Pertama), (Palopo, Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin di Palopo, 1988).
§  McQuail, Denis, Teori Komunikasi Massa. Edisi Kedua, Jakarta: Erlangga, 1991.
§  Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia , Edisi Kedua, (Cetakan III, Jakarta, Balai Pustaka, 1994).