Judul Artikel Jurnal :
MAJALAH SEBAGAI MEDIA DAKWAH
Alamat Web/Link artikel jurnal :
Direview oleh : SAID RASUL ( 411106180 /
I )
Dewasa ini dengan perkembangan zaman
yang begitu pesat yang di domisili oleh perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang pada sekarang ini banyak di gunakan oleh banyak orang, Salah
satunya perkembangan media cetak. Media cetak
sekarang ini selain media untuk menyampaikan informasi dan publikasi, media cetak juga di gunakan
dalam hal-hal yang berbau islami yaitu sebagai sarana untuk berdakwah.
Media cetak
untuk berbagai jenis media dakwah di sini ialah semua bahan cetakan yang
digunakan untuk memuat dan menyampaikan pesan-pesan dakwah ke pada msyarakat
sebagai sasaran (obyek) dakwah. Bahan cetakan yang memuat informasi dakwah
tersebut harus memenuhi beberapa fungsi sebagai media penyampaian pesan ke pada
publik. Misalnya, informasi tentang sistuasi dan kondisi yang berkaitan dengan
lingkungan masyarakat baik masyarakat di sekitar maupun yang berskala dunia. .
Selain itu, media cetak tersebut juga harus memuat tentang upaya peningkatan
pemahaman tentang diri sendiri. Selanjutnya, media cetak itu juga harus memuat
informasi tentang upaya menjalankan peran sosial. Berikutnya, media cetak
termaksud juga harus berisi informasi tentang dorongan untuk memperoleh
kenikmatan jiwa dan estetis (Denis McQuail, 1991: 72).
Sebagai mana kita ketahui
bahwa media dakwah yang termasuk jenis bahan cetakan sangat beragam dan cukup
banyak tapi semuanya dipertemukan dalam satu nama yaitu media penyampaian pesan
yang menggunakan bahasa tulisan.
Persamaan dan Perbedaan Majalah dakwah dengan majalah
lainnya
·
Persamaan
Antara majalah
populer, majalah ilmiah, majallah hiburan, dan majalah dakwah, terdapat titik
persamaan di samping juga ada beberapa titik perbedaan yang memisahkan antara
satu dan lainnya dari jenis majalah tersebut. Persamaannya ialah bahwa semua majalah
terbit secara berkala dalam periode tertentu misalnya sekali seminggu (majalah
mingguan), dua minggu sekali (majalah tengah bulanan), sekali sebulan (majalah
bulanan), dua bulan sekali (majalah dua bulanan), tiga bulan sekali (majalah
tiga bulanan), empat bulan sekali (majalah empat bulanan) enam bulan sekali
(majalah tengah tahunan), dan sekali setahun (majalah tahunan).
·
Perbedaan
Majalah populer, majalah ilmiah,
majallah hiburan tidak mesti harus ada pesan-pesan dakwah,atau
informasi-informasi yang berhubungan dengan dakwah.Sedangkan Majalah
dakwah,yang menjadi hal utamanya adalah penyampaian pesan-pesan yang bersifat
dakwah.
Secara umum, karakteristik majallah
dikemukakan oleh Prof. Dr. H. M. Sattu Alang, M. A. Sebagai berikut :
1.
Penyajiannya lebih
mendalam karena periodesitasnya lama sehingga pencarian informasi lebih leuasa
dan tuntas.
2.
Nilai aktualitas
lebih lama karena dalam membaca majallah tidak pernah tuntas sekaligus.
3.
Gambar/foto lebih
baanyak, desain bagus, kualitas kertas bagus.
4.
Cover; sebagai daya
tarik.
5.
Bersifat segmented
; berdasarkan segmen pasar tertentu ex. Majalah anak-anak, ibu-ibu rumah
tangga, pria, wanita. (M. Sattu Alang, 2008: 2).
Karakteristik
Majalah Dakwah
Karakteristik
majalah dakwah ialah sesuai dengan namanya harus mengedepankan misi utamanya sebagai wabah penyampaian pesan
dakwah. Jadi semua rubrik atau ruang pemberitaan, termasuk ruang opini,
analisis, informasi, berita-berita lokal, nasional, regional, hingga
internasional, semuanya harus mencerminkan misi dakwah dengan tujuan utama
sebagai penyampai pesan untuk menyadarkan sasaran dakwah (para pembacanya)
sebagai hamba Allah sekaligus sebagai khalifah Nya.
Kelebihan dan
Kekurangan Majalah Dakwah
Sebagai sarana
pembawa misi moral (dakwah), majalah
dakwah memiliki segi-segi kelebihan di samping juga mempunyai segi-segi
kekurangan sebagai berikut :
1.
Kelebihan-kelebihannya
:
a.
Memiliki
jangkauanluas, yaitu masyarakat pembaca yang relatif luas. Yaitu seluas dengan
lokasi domisili pengguna bahasa yang menjai pelanggan dari majallah dakwah
tersebut;
b.
Memiliki aset
pelanggan yang banyak, sebanyak pembaca yang bersimpati terhadap majalah dakwah
yang bersangkutan. Terutama yang memiliki kecenderungan ide yang sama dengan
ide yang dikembangkan oleh pengelola majalah dakwah yang bersangkutan;
c.
Karena sifatnya
sebagai majalah dakwah, yang meneruskan pesan-pesan pendidikan dan penegakan
moral, maka majalah dakwah pun tidak sedikit memuat uraian dan analisis ilmiah
yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu dan aneka pengetahuan. Semuanya
itu menjadikan majalah dakwah berada pada posisi yang setaraf dengan sumber
bacaan atau bahan literatur yang tentu saja banyak menolong pencinta dan
peminat dalam pengembangan ilmu pengetahuan misalnya para muballigh, pendidik
di bidang pembinaan moral keagamaan, mahasiswa (calon sarjana) yang menekuni
kegiatan dakwah, bahkan sampai pada kalangan sarjana dan kaum cendekiawan
sekalipun.
d.
Karena berita dan
uraian yang disajikan dalam majalah dakwah bersifat ilmiah praktis (bukan
teoritis), maka bahan rujukan dalam bidang keilmuan tersebut termasuk tidak
usang dan relatif dapat bernilai up to date dalam jangka waktu tertentu jika
dibanding dengan sumber bacaan lain semisal brosur, atau surat kabar.
e.
Karena cover (kulit
luar) majalah didesain seindah dan semenarik mungkin, maka majalah dakwah pun
termasuk bahan bacaan yang memiliki nilai hiburan sekaligus menunjukkan bahwa
nuansa hiburannya sama sekali tidak terlepas dari dari pesan-posan moral dan
dakwah. Dengan demikian keindahan dan seni yang dimunculkan pada cover tersebut
berisi pesan ”seni untuk moral”.
2.
Kekurangan-kekurangannya
:
a.
Pesan-pesan
moralnya hanya terbatas pada kalangan yang pandai membaca khususnya pengguna
bahasa dan memahami bahasa yang digunakan majalah tersebut dengan baik.
b.
Sering terjadi
bahwa suatu majalah dakwah dalam menampilkan sajian uraian dan komentar, masih
terjebak dalam ”kefanatikan” aliran tanpa mau memberi peluang ke pada
pihak-pihak lain yang tidak sealiran dengan mereka untuk mengembangkan tradisi
yang telah mengakar dalam kehidupan pihak lain itu.
c.
Dari segi oplag dan
jumlah penggemar, majalah dakwah masih kalah bersaing dengan majalah hiburan
yang umunya menampilkan corak hiburan yang bernuansa kesenangan sesaat. Dengan
demikian maka majalah dakwah masih sangat
kewalahan dalam membiayai kelangsungan hidupnya kecuali jika memang ada sumber
dana tersendiri yang dapat menopang keberlangsungan hidup majalah dakwah
tersebut.
Kesimpulan
Ø
Majalah ialah salah
satu jenis bahan bacaan yang diterbitkan secara berkala dan memiliki karakteristik
tersendiri dan berbeda dengan surat kabar, brosur, jurnal, maupun pamplet, dan
sebagainya. Dari sekian banyak jenis majalah, ada yang bersifat hiburan, ada
pula yang bersifat pengembangan ilmu-ilmu populer, dan ada pula yang bersifat
Dakwah. Ada yang diterbitkan dalam periode mingguan, bulanan, dua bulanan, tiga
bulanan, dan seterusnya.
Ø
Yang dinamakan
majalah dakwah ialah majalah yang menampilkan isi atau informasi yang bernuansa
dakwah yaitu bertujuan untuk meluruskan moral, mendidik para pembacanya dengan
didikan dakwah dan pesan-pesan keagamaan sekalipun tidak melupakan nuansa
hiburan bagi para pembacanya. Namun hiburan yang dimaksudkan itu bukanlah
semata-mata seni untuk seni tapi seni untuk moral
.
Ø
Untuk mencapai
tujuan dakwah yang sebenarnya melaui pengedaran majalah dakwah, maka sangat
perlu pemanfaatan nialai-nilai seni dengan tujuan untuk menimbulkan kesadaran
bahwa Allah swt. Maha Indah dan sangat mencintai keindahan. Namun keindahan
yang dimaksud tidak boleh keluar dari koridor pernayataan kehambaan diri ke
pada Nya disertai kesadaran penuh bahwa status kehambaan itu mestinya berlanjut
pada upaya merealisir fungsi manusia sebagai khalifatullah fil-Ardh (wakil
Allah swt dan sekaligus sebagai pemegang mandat kekuasaan dari Nya di bumi ini)
untuk memakmurkan kehidupan di bumi ini.
Daftar Rujukan
§
al-‘Amiriy, Abu
Yahya Zakariya. Kaefa Nad’unnasi Ilallah, Kairo: Maktabah al-jieliy, 1979.
§
Alang, Sattu.
Berdakwah Melalui Media Massa (Garis-garis Besar Pengantar Kuliah Dakwah di S3
UIN Makassar 10 Mei 2008).
§
Makkajareng,
Ziarah. Pengantar Ilmu Dakwah (Diktat Seri Matakuliah Dakwah, Buku Pertama),
(Palopo, Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin di Palopo, 1988).
§
McQuail, Denis,
Teori Komunikasi Massa. Edisi Kedua, Jakarta: Erlangga, 1991.
§
Tim Penyusun Kamus
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia , Edisi
Kedua, (Cetakan III, Jakarta, Balai Pustaka, 1994).
No comments:
Post a Comment