Monday, 19 May 2014

Perkembangan Teknologi Komunikasi

Judul Artikel Jurnal :

MAJALAH SEBAGAI MEDIA DAKWAH


Alamat Web/Link artikel jurnal :



Direview oleh : SAID RASUL ( 411106180 / I )




Dewasa ini dengan perkembangan zaman yang begitu pesat yang di domisili oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pada sekarang ini banyak di gunakan oleh banyak orang, Salah satunya perkembangan media cetak. Media cetak  sekarang ini selain media untuk menyampaikan informasi  dan publikasi, media cetak juga di gunakan dalam hal-hal yang berbau islami yaitu sebagai sarana untuk berdakwah.
                Media cetak untuk berbagai jenis media dakwah di sini ialah semua bahan cetakan yang digunakan untuk memuat dan menyampaikan pesan-pesan dakwah ke pada msyarakat sebagai sasaran (obyek) dakwah. Bahan cetakan yang memuat informasi dakwah tersebut harus memenuhi beberapa fungsi sebagai media penyampaian pesan ke pada publik. Misalnya, informasi tentang sistuasi dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat baik masyarakat di sekitar maupun yang berskala dunia. . Selain itu, media cetak tersebut juga harus memuat tentang upaya peningkatan pemahaman tentang diri sendiri. Selanjutnya, media cetak itu juga harus memuat informasi tentang upaya menjalankan peran sosial. Berikutnya, media cetak termaksud juga harus berisi informasi tentang dorongan untuk memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis (Denis McQuail, 1991: 72).
Sebagai mana kita ketahui bahwa media dakwah yang termasuk jenis bahan cetakan sangat beragam dan cukup banyak tapi semuanya dipertemukan dalam satu nama yaitu media penyampaian pesan yang menggunakan bahasa tulisan.

Persamaan  dan Perbedaan Majalah dakwah dengan majalah lainnya

·         Persamaan

Antara majalah populer, majalah ilmiah, majallah hiburan, dan majalah dakwah, terdapat titik persamaan di samping juga ada beberapa titik perbedaan yang memisahkan antara satu dan lainnya dari jenis majalah tersebut. Persamaannya ialah bahwa semua majalah terbit secara berkala dalam periode tertentu misalnya sekali seminggu (majalah mingguan), dua minggu sekali (majalah tengah bulanan), sekali sebulan (majalah bulanan), dua bulan sekali (majalah dua bulanan), tiga bulan sekali (majalah tiga bulanan), empat bulan sekali (majalah empat bulanan) enam bulan sekali (majalah tengah tahunan), dan sekali setahun (majalah tahunan).

·         Perbedaan

Majalah populer, majalah ilmiah, majallah hiburan tidak mesti harus ada pesan-pesan dakwah,atau informasi-informasi yang berhubungan dengan dakwah.Sedangkan Majalah dakwah,yang menjadi hal utamanya adalah penyampaian pesan-pesan yang bersifat dakwah.

Secara umum, karakteristik majallah dikemukakan oleh Prof. Dr. H. M. Sattu Alang, M. A. Sebagai berikut :
1.       Penyajiannya lebih mendalam karena periodesitasnya lama sehingga pencarian informasi lebih leuasa dan tuntas.
2.       Nilai aktualitas lebih lama karena dalam membaca majallah tidak pernah tuntas sekaligus.
3.       Gambar/foto lebih baanyak, desain bagus, kualitas kertas bagus.
4.       Cover; sebagai daya tarik.
5.       Bersifat segmented ; berdasarkan segmen pasar tertentu ex. Majalah anak-anak, ibu-ibu rumah tangga, pria, wanita. (M. Sattu Alang, 2008: 2).

Karakteristik Majalah Dakwah

Karakteristik majalah dakwah ialah sesuai dengan namanya harus mengedepankan  misi utamanya sebagai wabah penyampaian pesan dakwah. Jadi semua rubrik atau ruang pemberitaan, termasuk ruang opini, analisis, informasi, berita-berita lokal, nasional, regional, hingga internasional, semuanya harus mencerminkan misi dakwah dengan tujuan utama sebagai penyampai pesan untuk menyadarkan sasaran dakwah (para pembacanya) sebagai hamba Allah sekaligus sebagai khalifah Nya.

Kelebihan dan Kekurangan Majalah Dakwah 

Sebagai sarana pembawa misi  moral (dakwah), majalah dakwah memiliki segi-segi kelebihan di samping juga mempunyai segi-segi kekurangan sebagai berikut :

1.       Kelebihan-kelebihannya :

a.        Memiliki jangkauanluas, yaitu masyarakat pembaca yang relatif luas. Yaitu seluas dengan lokasi domisili pengguna bahasa yang menjai pelanggan dari majallah dakwah tersebut;
b.       Memiliki aset pelanggan yang banyak, sebanyak pembaca yang bersimpati terhadap majalah dakwah yang bersangkutan. Terutama yang memiliki kecenderungan ide yang sama dengan ide yang dikembangkan oleh pengelola majalah dakwah yang bersangkutan;
c.        Karena sifatnya sebagai majalah dakwah, yang meneruskan pesan-pesan pendidikan dan penegakan moral, maka majalah dakwah pun tidak sedikit memuat uraian dan analisis ilmiah yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu dan aneka pengetahuan. Semuanya itu menjadikan majalah dakwah berada pada posisi yang setaraf dengan sumber bacaan atau bahan literatur yang tentu saja banyak menolong pencinta dan peminat dalam pengembangan ilmu pengetahuan misalnya para muballigh, pendidik di bidang pembinaan moral keagamaan, mahasiswa (calon sarjana) yang menekuni kegiatan dakwah, bahkan sampai pada kalangan sarjana dan kaum cendekiawan sekalipun.
d.       Karena berita dan uraian yang disajikan dalam majalah dakwah bersifat ilmiah praktis (bukan teoritis), maka bahan rujukan dalam bidang keilmuan tersebut termasuk tidak usang dan relatif dapat bernilai up to date dalam jangka waktu tertentu jika dibanding dengan sumber bacaan lain semisal brosur, atau surat kabar.
e.        Karena cover (kulit luar) majalah didesain seindah dan semenarik mungkin, maka majalah dakwah pun termasuk bahan bacaan yang memiliki nilai hiburan sekaligus menunjukkan bahwa nuansa hiburannya sama sekali tidak terlepas dari dari pesan-posan moral dan dakwah. Dengan demikian keindahan dan seni yang dimunculkan pada cover tersebut berisi  pesan ”seni untuk moral”.

2.       Kekurangan-kekurangannya :

a.        Pesan-pesan moralnya hanya terbatas pada kalangan yang pandai membaca khususnya pengguna bahasa dan memahami bahasa yang digunakan majalah tersebut  dengan baik.
b.       Sering terjadi bahwa suatu majalah dakwah dalam menampilkan sajian uraian dan komentar, masih terjebak dalam ”kefanatikan” aliran tanpa mau memberi peluang ke pada pihak-pihak lain yang tidak sealiran dengan mereka untuk mengembangkan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan pihak lain itu.
c.        Dari segi oplag dan jumlah penggemar, majalah dakwah masih kalah bersaing dengan majalah hiburan yang umunya menampilkan corak hiburan yang bernuansa kesenangan sesaat. Dengan demikian maka majalah dakwah masih  sangat kewalahan dalam membiayai kelangsungan hidupnya kecuali jika memang ada sumber dana tersendiri yang dapat menopang keberlangsungan hidup majalah dakwah tersebut.

Kesimpulan

Ø  Majalah ialah salah satu jenis bahan bacaan yang diterbitkan secara berkala dan memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan surat kabar, brosur, jurnal, maupun pamplet, dan sebagainya. Dari sekian banyak jenis majalah, ada yang bersifat hiburan, ada pula yang bersifat pengembangan ilmu-ilmu populer, dan ada pula yang bersifat Dakwah. Ada yang diterbitkan dalam periode mingguan, bulanan, dua bulanan, tiga bulanan, dan seterusnya.

Ø  Yang dinamakan majalah dakwah ialah majalah yang menampilkan isi atau informasi yang bernuansa dakwah yaitu bertujuan untuk meluruskan moral, mendidik para pembacanya dengan didikan dakwah dan pesan-pesan keagamaan sekalipun tidak melupakan nuansa hiburan bagi para pembacanya. Namun hiburan yang dimaksudkan itu bukanlah semata-mata seni untuk seni tapi seni untuk moral
.
Ø  Untuk mencapai tujuan dakwah yang sebenarnya melaui pengedaran majalah dakwah, maka sangat perlu pemanfaatan nialai-nilai seni dengan tujuan untuk menimbulkan kesadaran bahwa Allah swt. Maha Indah dan sangat mencintai keindahan. Namun keindahan yang dimaksud tidak boleh keluar dari koridor pernayataan kehambaan diri ke pada Nya disertai kesadaran penuh bahwa status kehambaan itu mestinya berlanjut pada upaya merealisir fungsi manusia sebagai khalifatullah fil-Ardh (wakil Allah swt dan sekaligus sebagai pemegang mandat kekuasaan dari Nya di bumi ini) untuk memakmurkan kehidupan di bumi ini.


Daftar Rujukan

§  al-‘Amiriy, Abu Yahya Zakariya. Kaefa Nad’unnasi Ilallah, Kairo: Maktabah al-jieliy, 1979.
§  Alang, Sattu. Berdakwah Melalui Media Massa (Garis-garis Besar Pengantar Kuliah Dakwah di S3 UIN Makassar 10 Mei 2008).
§  Makkajareng, Ziarah. Pengantar Ilmu Dakwah (Diktat Seri Matakuliah Dakwah, Buku Pertama), (Palopo, Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin di Palopo, 1988).
§  McQuail, Denis, Teori Komunikasi Massa. Edisi Kedua, Jakarta: Erlangga, 1991.
§  Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia , Edisi Kedua, (Cetakan III, Jakarta, Balai Pustaka, 1994).










No comments:

Post a Comment